“Anda sendiri siapa? Ngapain anda di sini?” Bibir Aletta tak mampu berkata-kata lagi begitu pertanyaan itu terlontar begitu saja dari Agnia, perempuan yang sedang berdiri di hadapannya saat ini. Beribu pertanyaan langsung memenuhi kepala Aletta. Siapa sebenarnya Agnia? Dan yang paling penting, mengapa Damian tidak pernah cerita tentang perempuan ini sebelumnya? Aletta baru saja membuka mulutnya untuk kembali angkat bicara, tapi niatnya terhenti saat tiba-tiba suara Damian muncul dari arah kamar tidur. Untung saja Damian buru-buru bangun dari mimpi indahnya. Kalau tidak, mungkin akan terjadi perang dingin antara Aletta dan Agnia. Maklum, Agnia kan tipe cewek ceplas ceplos yang sama sekali tak peduli dengan ucapannya. Ucapan Agnia seringkali tajamnya melebihi golok dapur yang biasa digu

