"Kalista!" Aldara menjauhkan ponselnya begitu orang di seberang sana berucap dengan kencang,padahal dirinya tidak menghidupkan loud speaker,tapi suaranya mampu menyakiti gendang telinga. "Ini masih pagi,Zulfa,"ucap Aldara yang langsung tau meski orang di sebrang sana belum menyebutkan nama. "Oke,maaf Kal.Gue soalnya seneng banget.Susah juga yang dapetin nomor Lo,gue nyari semaleman ini." Aldara menghela napasnya.Sebenarnya ia cukup kecewa karena ia berusaha untuk menjauh dari masa lalunya,tipis selalu ada celah untuk masa lalu itu kembali pada dirinya.Tapi, yasudah lah, terlanjur. "Anak itu udah aman?" "Udah,semalem gue kasih makan,gue bersihin juga badannya,jadi dia tidurnya nyenyak.Anaknya manis banget tau,dia kayaknya udah lama gak tidur senyaman itu." Aldara mengangguk-angguk."

