Bab 25. Tidur Satu Ranjang

1252 Kata

Di meja makan kediaman Ardana, sudah penuh dengan penghuni rumah yang sedang makan malam. Sesuai janji Ardian sebelumnya, ia pulang cepat untuk makan malam bersama Kenzi dan Nada. "Kenzi, tadi Mama dengar dari Bu guru, kalau nilaimu yang paling bagus, lho!" kata Nada memulai percakapan. Membuat Kenzi menoleh ke arah Nada. "Iya, Ma! Bu guru bilang kalau aku yang paling cepat selesai mengerjakan!" jawab Kenzi terlihat senang. Ardian yang mendengarnya pun jadi ikut tersenyum bangga. "Ternyata hebat sekali anak Papa," ujar Ardian. Kenzi tersenyum kegirangan mendengar pujian Ardian. Nada lalu ganti menoleh ke arah Ardian. "Tadi, guru Kenzi juga cerita, kalau selama ini sebenarnya Kenzi memang anak yang paling pintar. Tapi setelah digoda oleh temannya, nilai Kenzi semakin menurun," jelas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN