Nada mengerjapkan mata dan kesulitan bernafas. Ia masih berada di pangkuan Ardian. Sekali lagi, Nada ingin menjauh dari Ardian, tapi Ardian melarangnya. Ia menarik tubuh Nada agar tidak beranjak darinya. "A ... apa yang kamu lakukan? Aku akan kembali ke tempatku," kata Nada yang akan pergi. "Diam! Jangan bergerak!" pinta Ardian dengan tetap mempertahankan posisi. Mendengar suara Ardian dari dekat, membuat Nada berdesir merasakannya. Perlahan-lahan kemudian, Ardian mulai mendekatkan wajah ke arah Nada. Semakin dekat dan semakin dekat. Jantung Nada berderu kencang seolah mau meledak. Nada tidak bisa menahan rasa gugup itu. Namun, tubuhnya tidak bisa mengelak. Ia justru memejamkan kedua matanya secara natural. Hawa nafas Ardian semakin dekat dan Nada semakin tidak bisa bernafas. "Dap

