"Untunglah semua masalah sudah ditangani," ujar Ivan sembari menghela nafas panjangnya. Ivan mengambrukkan diri di sofa dalam ruangan Ardian sembari menyandarkan badan. Sedangkan Ardian segera berjalan menuju meja kerjanya untuk segera membuka laptop. Mereka baru saja sampai dari proses produksi untuk menangani sebuah masalah kecil. "Untung kau datang tepat waktu," kata Ivan lagi. "Hm! Untung saja," jawab Ardian yang sudah berfokus di depan laptop. "Eh! Aku sampai lupa, jam segitu bukankah Kenzi belum berangkat? Apa kau tidak mengantar Kenzi?" "Nada yang mengantarnya." "Oh iya! Aku lupa kalau kau sudah punya istri!" Ivan menepuk jidatnya dengan setengah menggoda. Membuat Ardian melirik ke arah Ivan dengan tatapan malasnya. Sekian detik kemudian ia kembali fokus ke arah laptop

