"Kenzi, Papa pulang!" Ardian mengetuk pintu Kenzi sambil memanggilnya. Sudah beberapa kali Ardian mengetuk, tapi sama sekali tidak ada jawaban dari Kenzi. Ardian pun langsung membuka pintu Kenzi dengan kunci cadangan yang disimpannya. Ketika dibuka, Kenzi sedang bermain video game dengan tabletnya. Meski tahu Ardian sudah masuk ke dalam, tapi Kenzi mengabaikannya. Ardian pun berjalan mendekat ke arah Kenzi dan duduk di samping Kenzi yang berwajah cemberut ditekuk itu. "Kenzi sedang main game apa? Kata Mama, seharian ini kamu terus berada di dalam kamar. Saat makan malam juga kamu terus saja diam. Apa itu benar?" tanya Ardian berusaha lembut. Kenzi tidak menjawab dan justru membalikkan badan untuk membelakangi Ardian. "Kenzi, Papa tahu kamu marah pada Papa. Kamu pasti kecewa sudah m

