Ivan yang baru keluar lift itu berjalan menuju ke arah kantornya. Suasana kantor benar-benar masih sepi. Tidak butuh waktu lama, ia sudah sampai di depan kantornya. Ketika baru saja masuk, ia langsung dikejutkan oleh seseorang yang duduk di sofa dalam ruangannya. "Waaaa ...!" teriak Ivan refleks. Namun, setelah sekian detik, Ivan baru sadar bahwa ternyata yang duduk adalah Ardian. Ardian pun juga ikut terkejut akan teriakan Ivan. Ivan lalu berjalan mendekati Ardian. "Ar? Ternyata kau? Membuat kaget saja!" ujar Ivan sembari mengusap dadanya perlahan. "Kau yang membuatku kaget! Kenapa pagi-pagi berteriak seperti itu?!" "Kau kenapa pagi-pagi sudah di kantorku?! Padahal ini masih jam tujuh pagi!" ujar Ivan sembari melihat jam tangannya. "Aku ke sini ingin melihat laporan hasil produ

