-22-

1571 Kata

Esoknya. Saat aku berjalan menuju gerbang sekolah, beberapa siswa berjalan mendahuluiku. Siswa-siswa yang membawa kendaraan bermotor juga melambatkan laju motor ketika hendak memasuki gerbang, itu sebabnya, beberapa kali terdengar suara motor melambat di belakangku. Jadi aku tak terlalu memperdulikannya. "Bisa berhenti sebentar?" Syuja tahu-tahu sudah melambatkan laju motornya di sampingku. Aku terkejut tentu saja, sama sekali tak menyangka dia akan datang ke sekolah pagi ini. Butuh beberapa detik sebelum aku berhenti seperti permintaannya, dan dia pun ikut berhenti. Syuja menurunkan masker yang dikenakan hingga dagu. Kami saling menatap, tanpa mengatakan apapun, tapi tiba-tiba aku teringat dengan apa yang kulihat di toko buku sore kemarin, membuatku refleks langsung berbalik dan kemb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN