Rabu siang, jam istirahat. Farah sedang ada latihan voli dengan timnya. Raka menghampiri saat melihatku sendirian di taman dekat ruang siaran. Dia duduk bersamaku, dan bercerita banyak hal. Tapi kemudian dia permisi pergi lebih dulu karena teman-temannya memanggil dan mengajaknya ke lapangan. Begitu mulai merasa bosan, aku jalan menuju tangga untuk ke kelas yang ada di lantai 3. Suasana koridor lumayan ramai dan aku melihat Tania di depan, berjalan ke arahku dengan wajah angkuh. Sepertinya aku akan berurusan lagi dengannya sebentar lagi. Dengan sengaja,dia berhenti tepat di depanku hingga kami berdiri berhadapan. Dia mengajakku bicara empat mata. Mengikuti permintaannya, aku dan Tania memasuki ruang loker, tempat terdekat yang aku rasa suasananya juga tak terlalu berisik. Tak banyak

