Sebelum jam istirahat, aku mengirim pesan pada Farah, memberitahunya bahwa aku akan bicara dengan Raka. Dia sempat menginterogasi, tapi aku tak bisa mengatakan apa-apa karena aku sendiri juga tak tahu apa yang ingin dibicarakan Raka. Begitu bel tanda jam istirahat berbunyi, aku merapikan meja kemudian keluar kelas, sementara Syuja masih duduk tenang di tempatnya selagi teman-temannya sudah berseru-seru heboh karena tak sabar bermain basket. Mereka ada rencana taruhan antar kelas kalau aku tak salah dengar tadi. Taman yang ada di samping ruang komputer bukanlah taman yang sering didatangi oleh siswa-siswi di sini. Biasanya hanya siswa-siswi yang sudah selesai atau akan menggunakan ruang komputer saja yang terlihat nongkrong di taman itu. Saat aku tiba di tempat janjian, hanya ada beberap

