SAMBARAN pada pergelangan tangan kiri Keyla kembali terasa perih di permukaan kulitnya, bahkan Keyla yakin kalau kulitnya itu sedikit tergores. Sikap kasar Rafqa yang tak pernah berubah di mata Keyla, dan itu di jadikan alasan kuat oleh Keyla untuk menjahui cowok satu ini. Keputusan terbaik dalam hidupnya. Merasa terganggu, manik Keyla menatap marah ke arah Rafqa. Menyadari kalau gadis dihadapannya ini tak suka, cowok itupun barulah sadar dengan cengkraman yang dirasa memang terlalu kuat. Memilih melepaskan pergelangan tangan Keyla sebelum bola mata gadis itu melompat keluar. "Oke-oke, gue gak bakal sentuh," Rafqa mengangkat kedua tangannya ke udara, selayaknya tersangka yang tertangkap basah, "Tapi please, dengerin gue dulu." Kalimat menjengkelkan itu menaikan jarum amarah Keyla, di k

