23| Abience

1431 Kata

"SI b*****t!" Steve mengumpat kencang ketika Keyla baru saja menyelesaikan cerita kelamnya dulu. Dengan beberapa pasang telinga yang mendengar, termaksud Raynzal pastinya. Cowok itu hanya diam sepanjang cerita, sesekali terdengar melepaskan napasnya kasar. Dan Keyla paham, jika kekasihnya itu tengah dilanda kekesalan yang luar biasa. Tidak dengan Al dan Steve yang beberapa kali terdengar mengumpat tak jelas. Seperti tidak terima saat tahu gadis cantik seperti Keyla pernah diperlakukan sekurang ajar itu dulu. Oleh manusia berjenis kelamin laki-laki pula. "Bokap lo emang gak tau?" dari atas sofa sembari membaca buku matematikanya, Derren berkomentar. "Tau." jawab Keyla yang jelas saja menghadirkan wajah bingung dari para pendengarnya. "Terus? Kenapa masih biarin lo deket-deket sama si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN