JANGAN tanya seberapa besar keinginan Keyla untuk melompat keluar dari dalam mobil yang tengah dirinya naiki dengan Rafqa yang terlihat sibuk mengemudi disampingnya. Malas berdebat dengan Jonathan yang hanya akan mengakibatkan para bodyguard Ayahnya kembali menguntit dirinya, membuat Keyla dengan pasrah menyetujui permintaan kutukan pagi ini. Bibir yang sudah maju lima langkah itu terlihat semakin maju saat Rafqa seberani itu melirik ke arahnya. Dihiasi senyuman yang membuat otak psikopat Keyla semakin bekerja dengan ekstra. "Mau sarapan dulu? Tadi belum sempet sarapan, kan?" Suara yang sangat tak ingin Keyla dengar itu menyapa telinganya. Sekuat tenaga untuk tak memperdulikan pertanyaan itu, Keyla mencoba memejamkan matanya. Selama ini baru menyadari kalau perjalanan dari rumah menuju

