38. Adila

2061 Kata

“Arvino memang kabur dari rumah karena tidak setuju ayahnya menikah lagi. Tapi, bukan berarti dia saudara tirimu, kan? Bisa saja orang lain. Terlalu kebetulan kalau dia ternyata anak Om Kalvin. Iya, kan?” Perkataan Diva ada benarnya, tapi entah mengapa perasaanku jadi tidak enak. Mengapa aku tidak berpikir jauh. Padahal aku sudah mendengar cerita tentang kaburnya Arvino karena tidak merestui pernikahan sang ayah. Bagaimana kalau Arvino memang saudara tiriku? Bukankah akan aneh kalau kami berhubungan? Jika diingat-ingat, sikap Arvino juga berubah setelah aku bertemu dengan Ibu. Apa benar Ibu adalah ibu baru Arvino atau ini hanya sebuah kebetulan. Ibu dan Arvino tidak memiliki hubungan apa pun, bukan? Kenapa aku jadi berpikiran begitu? Hatiku gelisah memikirkan kemungkinan yang belum pasti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN