17. Adila

2160 Kata

“Gila, ya. Si Arvino itu playboy atau gimana, Dil? Bisa-bisanya dia berbuat begitu sama kamu. Kok, aku jadi marah begini, sih? Dil, ngomong, dong.” Kepalaku menggeleng. Memangnya aku harus bilang apa. Aku juga sangat syok mendengar pengakuan cinta dari pria itu. Terus terang saja, aku sedikit kecewa dengan sikap Arvino. Aku pikir dia orang yang cukup baik dan bisa menjadi teman. Siapa sangka kalau dia ternyata malah melakukan hal memalukan di depanku. Apa kata Arvino tadi? Dia sudah merasa mengenal diriku. Merasa mengenal, bukan berarti dia sudah mengenalku. Perkenalan kami baru berapa hari ini dan dia berani mengatakan cinta. Apa baginya mengeluarkan kata suci itu sangat mudah? Jangan-jangan dia memang playboy seperti kata Diva.  Benarkah? Wajah Arvino tidak menggambarkan hal itu. Mala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN