Akhirnya dengan pelan Patra menembus keperawanan Cella. keduanya melakukan dengan suka rela. Tidak ada paksaan dari siapapun. Awalnya Cella ingin melakukan setelah menikah, tapi godaan Patra sungguh luar biasa membuatnya harus melakukan sekarang atau dia akan seperti cacing kepanasan. "Sayang, pelan-pelan," ucap Cella lirih. "Pasti, nikmatilah permainan agar kamu tidak merasa kesakitan," bisik Patra tepat di telinga Cella. Semburat merah terlihat di pipi Cella yang mulus. Wanita itu malu mendengar ucapan Patra. "Cup" Patra mencium bibir Cella sementara tangannya terus bermain di sarang burungnya. Membiarkan cairan milik Cella terus mengalir akan lebih baik daripada melihat Cella merasa sakit karena miliknya. "Ah" desah Cella. Masih menikmati sentuhan Patra yang selalu membuat ya mera

