Cella merinding mendengan bisikan Patra. Wanita itu segera menjitak kepala Patra karena kesal. "Kamu ya! Dari tadi m***m terus," gerutu Cella. "Aku akan memberikan keperjakaanku untukmu, ayolah," rayu Patra. "Bodoh! Kamu pikir aku apa? Aku juga masih perawatan tau," tukas Cella. Tanpa aba-aba, Patra segera mengangkat tubuh Cella seperti halnya mengangkat kapuk yang ringan. Tidak peduli sekalipun Cella meronta. Patra membawa wanita itu masuk ke dalam kamarnya. "Mau lembut atau buas?," bisik Patra dengan senyum liciknya. Cella menjambak rambut Patra membuat laki-laki itu mengaduh kesakitan. "Hentikan perbuatan mesummu itu," ucap Cella tegas. Patra tidak peduli, dia pura-pura tidak mendengar karena semakin Cella memberontak semakin membuat Patra ingin menggoda Cella. "Sayang, ayolah,

