Next

1029 Kata

"Cepat katakan apa maumu! Jangan mengalihkan pembicaraan!," tegas Patra menutupi rasa malunya. "Patra, kamu tidak menyuruh mereka masuk? Malu sama tetangga," bisik Cella. Patra mengangguk kemudian menyuruh mereka masuk. "Jika bukan karena Cella tidak mungkin aku menggiring kalian ke istana terindahku," ucap Patra. "Idih, sekarang apa-apa Cella. Oh jadi wanita itu namanya Cella," gumam Andre. "Andre! Jangan membuat aku darah tinggi!," tukas Patra. "Ehem, kenapa kamu ada disini Cell? Apa obat dalam kantong plastik itu milikmu?," ucap Rangga tiba-tiba membuat Patra sadar jika Cella pasti menaruh obatnya sembarangan. "Iya, kenapa?," jawab Patra. "Hei, kamu tidak perlu menjawabnya! Bahkan Rangga tidak butuh jawabanmu," dengus Cella seraya mencubit pinggang Patra. Laki-laki itu meringis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN