Penolakan

936 Kata

Handoyo menatap sinis ke arah Patra. Laki-laki yang kini memegang kedudukan CEO di Perusahaan Sanjaya Group tidak habis pikir dengan anak semata wayangnya. "Selamat pagi Tuan Handoyo yang terhor-," ucapan Patra terpaksa berhenti ketika suara lain menyela kalimatnya. "Apa maumu?," ucap Handoyo dengan lantang yang tanpa sadar telah membuat wanita di samping Patra mengeratkan genggamannya. "Maafkan Patra pi, jika keputusan yang Patra ambil salah." "Katakan! Jangan berbelit-belit." "Aku mencintai Cella Vernanda," ucap Patra pelan berharap papinya tidak menyuarakan hal yang menakutkan. "Maksudmu kamu akan menikah dengan wanita itu? Kamu lebih memilih dia daripada pilihan papi?." "Iya pi." "Kamu akan menyesal setelah ini. Papi menjamin hidupmu akan kekurangan semuanya. Bahkan papi tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN