Malam yang dingin telah berganti menjadi malam penuh kemenangan. Tidak cukup hanya satu kali, Patra selalu menginginkan lagi dan lagi. Hingga stok pengaman yang terakhir telah terpakai. Namun wanita itu masih berharap sekali lagi. "Baby, please," rengek Patra dengan puppy eyes sebagai andalan. Antara tidak tega dan juga ingin mengulanginya. Cella akhirnya mengalah. Membiarkan kekasihnya malam ini untuk menjam*hnya hingga mendes*h merupakan akhir dari segalanya. "s**t!," umpat Patra kesal saat junior kecilnya ingin kembali menerobos ke dalam sana. Cella mengerutkan dahi. Apa yang salah dalam dirinya kenapa Patra mengumpat saat akan memainkan miliknya. "Why?." "Kon*omnya habis sayang." Terlihat raut wajah Cella berubah kesal. Bukan hanya wanita itu, tapi Patra juga melakukan hal yang

