Kenangan

1001 Kata

Di tempat yang seharusnya hanya terisi oleh aku dan kamu. Aku menyisipkan kenangan di sana Berharap seonggok debu tak mampu untuk menyentuhmu ===================================== Cella berjalan pelan menuju ranjang lalu duduk di tepi sandaran. Wanita itu tersenyum manis membuat Patra semakin tidak bisa mengendalikan sisi liarnya. Patra merangkak mendekat ke arah Cella. Wanita itu tetap diam. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan jarak keduanya. Sepersekian detik mereka saling berhadapan seolah dunia hanya milik berdua. "Wuushh" Tiba-tiba sebuah bantal mendarat di wajah tampan Patra. "Cella!" pekik Patra. "Apa? Mandi sana ku bau asem sayang," ucap Cella. Patra membulatkan kedua bola matanya. Baru kali ini dia ditolak dengan benda mati. Masih mending kalau nggak dapet bibir tapi d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN