Terluka

1107 Kata

"Sayang, kita mau kemana?" "Ke pantai." Cella menghentikan langkahnya. Dia tidak pendengaran. "Malem-malem by?" tanya Cella ragu. "Bercanda sayang," ucap Patra seraya tergelak. "Patraaa," jerit Cella. "Cup" "Kebiasaan kalau minta dicium bilang bukan teriak," ucap Patra. Sontak wanita itu melengos. Patra selalu saja membalikkan kata-katanya. Dan bodohnya, apa yang dilakukan laki-laki itu selalu membuat Cella tersipu. "Weekkkk" Cella menjulurkan lidah ke arah Patra. Senyum kemenangan tergambar jelas di wajah Cella. Garis lengiung yabg tulus, perhatian lembut, serta sorot mata teduh. Patra suka apa yang ada pada diri Cella. Apalagi jika menyangkut permainan ranjang yang menurutnya memuaskan. "Maafkan otak liarku sayang," batin Patra. Patra menggenggam jemari Cella mulai dari apart

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN