"Setelah mengabaikanku, lantas siapa lagi yang akan kau abaikan? Bukankah membuatku mencintai lalu menjauh pergi adalah keinginanmu? Jujur saja, aku memaksa hatiku agar tetap tertawa meski sebenarnya telah ribuan kali terluka" ===== Belum sempat bercerita, tapi telah lebih dulu menebak alurnya. Lilina tersenyum sinis. Ia kesal jika hidup tidak seindah khayalannya. Wanita itu juga ingin dicinta meski telah menjadi wanita pembuat onar dimana-mana. Bersama Rangga ternyata tidak seperti dugaannya. Pria itu labil dengan keputusannya. Bagaimana mungkin Rangga masih belum bisa melakukan segala cara sedangkan ia saja berkata cinta kepada Cella. "Tutup bibirmu nona. Aku sedang memikirkan pekerjaanku," ucap Rangga setengah pasrah. Pria itu tengah membuka laptop di ruang tamu dan tiba-tib

