"Malam saja bisa memberi fakta bahwa gelap gulita mampu membuatmu tertawa Lalu kenapa kamu masih merasa dipatahkan hanya karena diabaikan? Bukankah keberadaanmu hanya diakui jika ia bersamamu? Selebihnya, peranmu sama sekali tidak istimewa" ============= Keluarga Sanjaya tengah mengadakan acara makan malam di sebuah restoran. Tak terkecuali, pewaris tunggal mereka sebenarnya harus turut serta namun Patra tidak menghadirinya. Handoyo memutar otak. Ia berpikir cara apa yang digunakan agar anak satu-satunya menuruti keinginannya. Bibit unggulnya kini tumbuh subur, tapi juga berani menentangnya. "Papi udah dong maksa Patra buat dijodohin. Anak kita kan udah gede." "Dia harus meneruskan tunangan ini." Wanita paruh baya itu mengerutkan dahi. Jelas calon menantunya sudah seperti itu.

