"Ck, apaan sih semua tulisanku juga nggak jelek," cibir Patra. Patra segera menarik Cella agar masuk ke dalam mobilnya. Ini sudah malam dan Patra harus memberikan alasan yang logis untuk menemui orangtuanya. Perjalanan malam terasa begitu lambat karena mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sesekali Cella menurunkan kaca mobil karena menahan gugup. Semenjak Patra mengutarakan perasaannya, Cella seperti merasa berada ditengah gurun padang pasir yang tandus. Dimanapun dia berada, rasa panas selalu bersamanya. "Apa AC-nya kurang dingin?," tanya Patra. "Tidak hehe," jawab Cella seraya tertawa kecil. Tiba di depan rumah Cella, Patra segera menurunkan wanita yang kini berstatus menjadi pacarnya. "Kok sepi? Mama kamu mana?," tanya Patra karena mendapati rumah yang lampunya sudah pad

