"Jangan percaya diri untuk tetap berdiri sudahkah kau nikmati, seperti apa rasanya sendiri? Terbiasa dengan kehadirannya, namun dipaksa baik-baik saja tanpanya. Aku bukan kecewa justru terima kasih karena kamu pernah ada" =========== Ada yang sedang merindukan. Sosok itu tengah duduk di sudut keramaian. Entah, hatinya terlalu sepi. Bahkan dentuman musik yang menambah volume bass tidak membuatnya berkutik sedikitpun. Liukan setiap lekuk sama sekali belum bisa menggoyahkan hatinya. Tatapan mata itu masih tajam mengingat gerakan lincah yang dulu sering dilakukan baristanya. Ada rasa yang tercipta meski akhirnya tidak terbalas karena wanita itu telah setia. Ia tersenyum kala mengingat masa itu. Dimana bersama, tapi hanya ia sendiri yang menyelipkan rasa. "Do you get me vodka?" Ia

