"Semesta sedang bercanda dengan kita Menguasai kata gabut Juga menghabiskan malam yang luput Aku bukan lupa, Tapi sekedar mencari tawa Bukankah semua hanya mutualisme saja? Dan ya, Kuharap jangan membawa hati di dalam permainan ini Karena tidak pernah ada yang tau bagaimana dengan nanti" ========= "Emh" nada rendah yang hampir asing di telinga. Ia telah lama tak pernah mendengar suara itu. Dulu bagaikan nyanyian rindu, kini hanya sebagai ritme di sebuah lagu. Cella memejamkan mata menikmati sentuhan familiar yang sering dirapalkan. "Faster baby," rancaunya. Peluh terus menetes hingga sprei warna putih itu hampir terlihat kotor. Noda mereka hampir memenuhi setiap sisi. Keduanya masih menyelami ritual malam ini. "Tetap saja, aku yakin akan mencintaimu hingga ujung usia,"

