"Iya, sejak kapan aku membohongimu," gerutu Cella. "Benar juga," gumam Patra. "Akhirnya aku menemukan orang yang tepat untuk mengisi kekosongan di masa laluku," ucap Patra. "Ehem," Cella berdehem agar Patra sadar jika orang yang dibicarakan ada disampingnya. Melirik sekilas wanita yang baru saja berdehem, lalu kembali tersenyum. Patra tidak memperdulikan Cella yang terlihat kesal. Menurut Patra, semakin Cella kesal semakin baik untuknya. "Patraaa," ucap Cella dengan nada manja seraya memegang lengan Patra. "Ayo keluarkan jurus rengek manjamu dan aku akan mengajakmu mengitari taman ini sekarang," batin Patra. bq "Hm," gumam Patra. "Oke, kamu tidak menganggap kehadiranku. Lebih baik aku pulang saja daripada bersama laki-laki menyebalkan," dengus Cella. Cella berdiri tanpa permisi,

