"Kamu adalah milikku, selamanya akan menjadi milikku," ucap Patra. Cella sadar siapa dirinya dan seperti apa posisinya di mata Keluarga Sanjaya. Wanita itu memilih diam karena penolakan pasti tidak berlaku untuknya. Dengan tatapan serius, Patra ingin menjelaskan semuanya kepada Cella. Tanpa terkecuali, bagaimana hidup yang sangat tersiksa selama ini dijalaninya. Wanita bernama Cella itu menunduk. Dia tidak berani membalas tatapan Patra barang sedetik saja. Dia menyadari adanya perbedaan diantara mereka. "Cella, tatap aku," ucap Patra lembut. "Look at me! Look my eyes! Kita tidak akan menyerah di sini kan?," tambahnya. "Aku takut Patra," gumam Cella. Jemari Patra menarik dagu Cella agar wanita itu mendongak. "Cup" Patra mencium bibir seksi Cella yang manis. Lumatan lembut mulai dir

