"Ed, daddy ingin membicarakan hal serius dengan mu!" Warner muncul tiba-tiba dari arah belakang Ed, ketika Ed sedang terduduk melamun di pinggir kolam. Ed yang mendengar ucapan sang daddy sontak terkejut. Tubuhnya ia geser sedikit kesamping, agar Warner bisa duduk tepat di sebelahnya. "Kenapa?" Warner menghela nafas sebentar, matanya menatap sang putra yang tidak terasa tumbuh secepat ini. Seingatnya, dulu saja Ed masih kencing di celana, berak di sembarang tempat. Nyatanya, sekarang anaknya itu bahkan sudah bisa kencing tanpa perlu di pengangi lagi alias sudah bisa tegak tanpa perlu di apit kedua jarinya. Namun sayang, nasib berkata lain. Burungnya kembali mengecil dan harus di apit jari lagi ketika akan kencing. "Apa kau tidak ingin segera menikahi Sofia?" Tanya Warner setelah be

