Gadis bertudung merah itu melangkah kecil menghampirinya. Dengan senyuman teduh yang membuat dadanya menghangat, gadis itu mengulurkan kedua tangannya. Dengan sedikit berjinjit, ia menangkup rahang tegas sosok di hadapannya. Tersenyum, gadis itu memejamkan kedua matanya seraya menghapus jarak bibir keduanya. Membuat sosok di hadapannya itu kontan turut memejamkan kedua matanya setelah membuka tudung yang nyaris menutupi kedua mata gadis itu. Menanti sesuatu yang lelaki itu benar inginkan. 1... 2... 3.... Detik demi detik berlalu namun jarak tak juga terhapuskan. Semakin lama memejamkan kedua matanya justru membuat lelaki itu merasa sentuhan lembut gadis ini pada wajahnya perlahan menghilang. Ia membuka kedua matanya, mendapati gadisnya perlahan mundur, menjauhinya. Gadis itu melambaik

