Ketika cinta tidak dapat kau temukan. Bertahanlah. Maka cinta akan menemukanmu. Tristan menghirup dalam-dalam aroma yang menguar dari tubuh gadisnya. Ia memejamkan kedua matanya, menekankan puncak hidung mancungnya pada lekukan leher Seina, membuat gadis itu sedikit merinding akibat deru napas Tristan yang begitu terasa menerpa kulitnya. Kedua lengannya tak melonggar sedikit pun menciptakan celah, seolah tak membiarkan Seina memiliki kesempatan untuk meninggalkannya saat ini. Gadis itu tersenyum. Sebelah tangan Seina tak hentinya mengusap punggung lebar Tristan, sesekali menepuk-nepuk ringan upaya menenangkan lelaki itu. Jujur, ia merasa bahagia dalam posisi seperti ini. Ia tidak pernah keberatan bila Tristan "mengurungnya" seperti ini. Namun, Seina masih tidak mengerti apa yang Tristan

