Telepon Kedua

1217 Kata

Clara senyum-senyum sendiri, ketika membaca beberapa komentar di postingan puisinya kemarin. Ada beberapa komentar dari penggemarnya dan penggemar San yang mulai menjodoh-jodohkan mereka. [Clif yang cantik, cocok sekali dengan San.] [Apakah kapal ini akan segera berlayar?] [Wah, menarik. Kolaborasi apa lagi yang nanti akan mereka tampilkan? Aku tidak sabar.] Ya, Clara fokus saja kepada komentar-komentar bernada positif yang ada di postingannya. Karena, kalau dibilang apakah ada komentar negatif, itu jangan ditanya. Ada beberapa fans fanatik dari San, yang tidak menginginkan idolanya itu untuk dekat dengan Clara. Seperti komentar-komentar ini: [Pansos. San sudah terkenal. Perempuan ini hanya memanfaatkan San.] Ya ampun. Apa-apaan itu? Clara berdecih ketika membaca komentar tersebut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN