Sepulang dari tempat kerja, Clara merebahkan dirinya di atas kasur. Gadis itu merasa lelah. Ia pikir, pekerjaannya itu tidak akan menguras tenaga. Ya, hanya duduk saja dan menulis. Namun, sepertinya, ketika bekerja di bawah nama seseorang, itu lain lagi. Ia punya sebuah tanggung jawab dan tentunya, Clara juga berusaha untuk menghasilkan yang terbaik. Ia tidak ingin Kristo Wijaya kecewa karena pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya. Gadis itu memutar beberapa lagu mellow, dengan tujuan dapat membuat lelahnya sedikit berkurang. Namun, itu tak lama. Musiknya berhenti, berganti dengan nada dering. Siapa yang menelepon? Clara seperti sudah bisa menebak. San. "San, ada apa?" tanyanya. Entah, tapi mungkin karena sudah beberapa kali ia berkomunikasi dengan San, perasaan canggung dan grogi

