Hampir pukul tujuh pagi. Clara sudah mandi, beres-beres rumah, dan bersiap untuk berdandan. Lagu-lagu nge-beat yang diputar dari ponselnya, membuat pagi Clara semakin penuh dengan semangat. Ya. Tentu saja, ia harus semangat. Karena ia akan bekerja. Clara sebenarnya masih cemas dan ragu, tapi semua kecemasan dan keraguannya itu, ia singkirkan jauh-jauh dengan membayangkan sosok San. Clara masih saja tak bisa move on dengan semua perlakuan San terhadapnya. Bahkan, bunga dari San saja, ia jaga dan simpan dengan sangat hati-hati. "Ah, seandainya di dunia ini, semua bunga tidak pernah layu," gumamnya sambil menatap bunga dari San. Bukan bunga mawar, memang. Bunga aster kecil yang tersusun. Sebuket bunga aster warna-warni. Imut, simpel,cantik. Dan justru karena itulah, Clara jadi semakin ter

