Di restoran dekat rumah sakit. "Clara masih bermimpi," ucap wanita paruh baya itu di depan Naren. Sudah berapa hari, dua orang tersebut tidak tidur dengan benar. Naren mengangguk pelan. "Ya, dia masih bermimpi." Mereka akhirnya keluar untuk mencari makan. Sementara, Karin yang bertugas menjaga Clara di rumah sakit. "Naren, Ibu tidak tahu harus bagaimana." "Tentang apa?" "Rasanya, ucapan terima kasih beribu-ribu kali pun, tidak akan pernah bisa membuat semua yang sudah kamu lakukan untuk Clara terbayar. Tidak sedikit pun. Sama sekali." Naren menarik napas panjang dan mengembuskannya pelan. Berusaha menyingkirkan sesak. "Tidak perlu merasa seperti itu. Jangan pernah merasa seperti itu. Justru, aku yang harus berterima kasih. Karena Ibu sudah melahirkan Clara, sudah merawat dan m

