Keputusan Clara untuk keluar dari pekerjaannya ternyata disambut dengan cepat. Pengajuan itu tak sampai harus berlama-lama untuk disetujui. Gadis itu lega, sekaligus sedih. Lega karena akhirnya ia akan terlepas dari segala prasangka buruk atas apa yang mungkin akan menimpanya di kemudian hari, apalagi ketika ia sudah mendengar apa yang Romi katakan. Sedih, karena ya, bagaimanapun juga, pekerjaannya adalah pekerjaan yang dulu pernah gadis itu banggakan. Clara sedang membereskan semua barang-barang di ruangannya, ketika Sonia masuk. Ia menatap Clara dari ujung kaki sampai ujung kepala. Clara yang sadar kalau Sonia masuk ke ruangannya, tak berkata apa-apa dan terus fokus melanjutkan apa yang sedang dikerjakannya. "Kenapa? Kenapa sampai harus keluar? Memangnya, tidak bisa dipertahankan lag

