Romi memesan makanan untuk sarapan pagi. Ia belum pulang ke rumahnya sejak kemarin. Ia merasa harus mengurus San, meskipun San sendiri tak pernah meminta itu. "Pulang saja." Sebuah suara terdengar. Terlihat San dengan langkahnya yang pelan mendekati Romi yang sedang sedikit berbenah. "Santai saja. Ayahmu yang membuatku harus diam di sini. Kalau aku pulang, mungkin aku akan mati. Duduk saja. Aku pesan sarapan. Jangan banyak bicara. Makan saja dan minum obat." San mengangguk, tapi ia kembali berjalan-jalan. "Mau ke mana?" "Mana ponselku?" "Ah, itu. Maksudku, ini." Romi menyerahkan ponsel milik San dengan wajah sedatar mungkin. "Bagaimana bisa ini ada padamu? Kau membuka kuncinya, kan? Kau pasti bisa membukanya." San membuka ponselnya dengan perasaan penuh curiga. "Haha. Aku tidak

