Setelah menelepon Lara, akhirnya Aziel bisa bernapas lebih lega. Suara perempuan itu menenangkan, seperti biasanya. Tidak ada yang aneh, tidak ada hal mencurigakan, tidak ada tanda-tanda seseorang sedang berusaha mendekati Lara. Itu cukup untuk membuat pikirannya yang gelisah perlahan mereda. Ia menghela napas panjang, membiarkan tubuhnya bersandar lebih nyaman di tempat tidur. Sialnya, butuh waktu beberapa jam sebelum kantuk benar-benar datang. Meskipun Lara sudah memastikan bahwa semuanya baik-baik saja, pikirannya tetap berputar. Apa benar tidak ada yang mencoba mendekatinya? Apakah Lara tidak sekadar menenangkan dirinya saja? Bagaimana kalau ada seseorang di reuni itu yang mulai menunjukkan ketertarikan? Tapi ia berusaha menepis semua itu. Lara bukan tipe yang mudah jatuh hati, dan s

