Book 6 PART. 9

739 Kata

Rara mendekati Vanda. Ia duduk di sebelah Vanda. Diambil air mineral gelas dari dalam dus. Ia tusuk, lalu ia sedot. "Kak Razzi ke mana?" "Pulang, sakit perut, katanya." "Sudah bicara apa saja dengan Kak Razzi?" "Bicara apa saja bagainama?" "Bagaimana." "Hmm, itu." "Ya, misal mau bulan madu ke mana, mau punya anak berapa, mau ...." "Iih, Rara! Tidak ada ya biraca begitu!" "Bicara." "Hmmm, itu." "Kak Razzi itu pendiam sekali. Kak Vanda harus bisa memulai pembicaraan. Hmmm, pendiam sama pendiam, kalau menikah malam pertamanya bagaimana, ya?" "Iiih, Rara. Jangan membicarakan itu, dong!" Wajah Vanda bersemu merah. Rara menundukkan wajah, menyembunyikan rasa hati, agar tak terbaca lewat sorot matanya. Rara bisa melihat, kebahagiaan yang meluap dari mata, dan senyuman Vanda. Kebahag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN