Malam harinya, setelah anak-anak mereka tertidur. Arka masuk ke dalam kamar mandi, sedang Dara baru sempat mengganti sprei tempat tidur yang disebut Fia bau ompol. Dara tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi sore. Bagaimana mereka bercinta dengan hasrat yang menggelora, sampai bekasnya membasahi sprei. Ingatan itu membuat pipi Dara merona. Ia tidak mengerti juga, kenapa dirinya bisa seliar itu. Tak pernah terbayangkan, kalau ia bisa bertindak sangat m***m. Seringkali menggoda Arka lebih dulu, untuk mengajak Arka bercinta. Dara sudah selesai mengganti sprei, saat ponselnya berbunyi. "Amma ... Assalamuallaikum, ada apa?" "Abangmu sudah pulang, keadaannya tampak kacau sekali. Abimu sudah bicara padanya, agar mengikhlaakan Asifa untuk Aska." "Memang harus begitu, Ami. Aska, dan

