"Aa menelpon siapa?" "Kepo ya?" "Ehmmhhh.... " wajah Dara cemberut, bibirnya manyun. Arka tertawa, ditarik lengan istrinya, didudukan di atas pangkuannya. "Abba!" Si kembar masuk ke kamar. Cepat Dara turun dari atas pangkuan Arka. Digantikan oleh putra, dan putri mereka. "Abba.... " "Hmm, ada apa cantik?" "Kapan kita ke lumah kai nini agi? Fia, kanen Bang Levan." "Nanti ya, kalau Amma libur kuliah, dan Abba tidak banyak pekerjaan." "Abang Alif kanen kakak Cila." "Waduuh! Jadi, tidak ada yang kangen sama nini, kai, Paman Soleh, dan Acil Cantika?" Tanya Arka. "Kanen duga!" "Ooh, kangen juga. Sama Om Vano, dan Tante Asma?" "Kanen duga!" "Sama siapa lagi ya?" "Bang Aka, cama Kak Cipa!" Seru Fia. "Fia ingat juga sama Bang Aska, dan Kak Sifa, pintar." "Abang Alif pintal duga, Abb

