Aku masih mencintainya Sangat mencintainya Perasaan ini akan sulit diganti Dan kamu pun tak akan terganti *** Braakk.. Fahri membuka pintu kamarku dengan kencang seperti mendobraknya. “Kak, kak! Ini beneran kak?” sambil menunjukkan sebuah undangan. “Apa sih Ri, masih ngantuk ini” jawabku sambil menutup wajahku dengan bantal. Aku baru tidur pukul 5 pagi sehingga masih sangat berat rasanya untuk membuka mata. “Ini kak! Bangun dulu kak udah siang ini! Ini beneran gak sih kak?” usaha Fahri membangunkanku dengan menggoyang-goyangkan tubuhku. Alhasil aku bangun dengan hati yang dongkol. Fahri memang tidak mengetahui jika aku baru tidur setelah solat subuh dan kini dia datang dengan berisiknya membangunkanku. Kulihat undangan yang dia tunjukkan di depan wajahku. “Iya benar Ri. Kamu jad

