20. Janji yang ditepati

1851 Kata

“Janu, what are you doing?” “Janu, I love you” “Janu smile..” “Janu..” “Janu..” “Janu..” Sudah 2 bulan berlalu namun suaranya masih terngiang di telingaku juga dengan caranya memanggilku. Semenjak perbincangan terakhir kami di telepon, aku seakan merasa depresi. Setiap harinya aku hanya menangis meratapi akhir kisah kami. Aku terus mencoba menghubungi dan mengirim banyak pesan pada Usman, namun dia tidak meresponnya sama sekali. Sempat aku berfikir mengapa Tuhan seakan bercanda dengan jalan hidupku. Sebelumnya Dia mengirimkan seorang lelaki untuk menemani diriku di masa sulitku saat mengidap leukemia, kemudian dia jauhkan lelaki tersebut dariku saat aku sudah sehat dan membuatku depresi. Kenapa Dia harus menghadirkan lelaki itu jika pada akhirnya kami harus berpisah? Aku sudah terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN