28. Rahasia hati dan sebuah perjuangan

1742 Kata

Usman : Salam. Janu, How are you? Maaf jika mengganggu, aku hanya merindukanmu. Aku benar-benar menyesal telah melepaskanmu. Dan aku akan memperjuangkan dirimu kali ini. Aku akan memperjuangkan kebahagiaanku, dan kebahagiaan itu adalah kamu. “Kalau nih Syah, masih kalau ya, kalau saja sekarang Usman kembali lagi dan meminta kamu kembali, kamu tetap pertahanin Rendi? Yaa hati manusia siapa yang tahu kan Syah …” Tentu aku harus mempertahankan Rendi bukan? Itu memang yang seharusnya aku lakukan bukan? Apa aku jahat pada Rendi jika saat ini pikiranku melayang jauh ke tempat Usman berada?   ***   Aku masih tidak membalas pesan yang Usman kirim semalam. Aku juga tidak menghubungi balik Rendi. Kenapa hatiku menjadi bimbang seperti ini? Bukankah aku sudah memantapkan hatiku untuk Rendi? La

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN