“Ais istriku, makasih sudah menerima aku untuk jadi pendamping hidup kamu. Mulai sekarang cintailah aku sepenuh hati kamu karena aku enggak akan bisa hidup tanpa kamu. Kalau kamu bilang aku bohong, kamu lihat seluruh foto itu, di hidupku hanya ada kamu. Kamu yang saat itu mungkin masih belum melihatku tetapi aku sudah selalu melihatmu dengan penuh cinta. Karena itu, cintailah aku Ais. Salam sayang, Rendi suamimu.” “Makasih sayang, I love you” bisikku pada Rendi. “Love you too sayang, cintailah aku sepenuh hati kamu ya Ais sayang. Karena cuma sama kamu saja aku bisa seperti sekarang ini” *** Pagi ini aku berusaha sebisaku untuk bangun lebih awal dari suamiku, namun saat ingin beranjak dari tempat tidur kulihat disebelahku sudah kosong, Rendi sudah bangun terlebih dahulu. Aku kecol

