“Ais sayang, itu hadiah pertama dari aku sebagai suami kamu” kata Rendi sambil mengecup keningku. Rendi memang orang yang penuh dengan kejutan. Entah sudah berapa kali dia memberiku kejutan, dan kali ini dia juga sudah menyiapkannya sebagai hadiah pertama setelah kami menikah. Bahkan aku saja belum sempat memikirkan itu semua. “Aku kalah sama kamu sayang. Kamu benar-benar sudah memenangkan segalanya dari diriku” kupeluk mesra lelaki yang kini menatapku penuh cinta. Aku tidak ingin kehilangan lelaki ini. *** Aku membuka kotak besar yang sudah menungguku. Didalamnya berisi beberapa kotak hadiah lainnya. Aku berfikir sejenak melihat ada kotak-kotak lainnya di dalam kotak besar itu, sepertinya Rendi ingin menjahiliku lagi. Jangan-jangan dari semua kotak ini hanya ada satu saja hadiah

