“Tenang saja Bhai, mereka pasti akan melakukan apapun dan menjadi seperti yang kamu mau. Kamu tinggal sebut namanya dan aku akan membawanya untukmu. Kamu mau siapa? Muqadas? Urooj? Aneesha? Ah atau Saira? Dia primadona di sekolahku” “Fateeyah, sejak kapan kamu jadi agen pencarian jodoh?” “Sejak hari ini Bhai. Asalkan kamu bisa bahagia aku akan membantumu” Usman menggelengkan kepalanya pelan melihat adik perempuannya yang sangat antusias untuk mencarikan wanita pengganti Aisyah untuknya. Raut wajah Usman perlahan berubah, dari yang tadinya muram kini dia sudah bisa tertawa dengan lepasnya. Fateeyah senang akhirnya dia berhasil mengembalikan tawa Usman. *** “Ais sayang, kamu lagi apa sih? Kelihatan sibuk banget” tanya Rendi yang melihat diriku sibuk merapihkan beberapa kantong bela

