“Mohon maaf pak Rendi, anda harus tetap berada di sini sampai semua pekerjaan selesai. Begitulah yang sudah tertulis di kontrak perjanjian yang sudah kita tanda tangani” ucap wanita yang menjadi rekan bisnis Rendi dengan suara lantang. “Baik jika begitu yang ibu mau. Saya pergi bu! Kita urus pembatalan kontrak kita setelah istri saya keluar dari rumah sakit. Permisi!” dengan sedikit menyentak, Rendi melangkahkan kakinya menjauh dari wanita tersebut untuk menuju ke bandara. “Kemana saja kamu kak Ren? Baru jam segini kamu datang! Sudah telat kak Ren, TELATT..!!” kemarahan Fahri langsung meledak dan membuat semua orang terkejut dengan tindakannya itu. *** “Icha.. kamu makan siang dulu yuk bareng sama mama” pinta mama dengan lembut. Kedua tangan mama sudah memegang sepiring nasi dan

