"Reenn.. Sakiitt.." Ku merintih pelan sambil menyebut namanya. Aku membutuhkannya saat ini. Benar-benar membutuhkannya di sampingku. Tanpa Rendi ketahui juga, lelaki yang dari negara seberang sana sudah dalam perjalanannya untuk menemui istrinya, Aisyah. Rendi sudah mengambil keputusan yang salah dengan membiarkan Aisyah di kediaman mereka, sedangkan dia sibuk bekerja di kota lain. Sedangkan Usman kini sedang tersenyum sumringah didalam pesawat yang beberapa jam lagi akan mendarat. Inilah hari yang sudah lama dinanti-nantikan oleh Usman. Dia datang ke Indonesia, tepatnya ke Jakarta untuk menjemput sumber kebahagiaannya. Walau Usman belum mengetahui jika Aisyah sedang hamil dan juga sedang dalam kondisi yang lemah. *** Ponsel Aisyah terus berdering tanpa henti. Puluhan kali Rendi

